Kalau sama2 bisa berarti tidak ada yang bodoh kan!
Ini obrolan saya dengan orang sebangku di bus, ketika itu saya mau pulang ke surabaya dari gresik menggunakan bus, percakapan dimulai dari mana mau kemana, sehingga kita sama tahu arah tujuan diantara masing2.
Percakapan pun berlanjut, kegiatan apa yang saya lakukan di gresik, dan saya pun bercerita bahwa kemarin saya habis wawancara di salah satu perusahaan, dan ternyata perusahaan itu merupakan tempat bapak tersebut bekerja. Sampai akhirnya kita berdiskusi panjang lebar tentang kehidupan nyata.
Iya, kehidupan nyata bukan seperti yang di bangku kuliah, sambil menganalisa beberapa macam pekerjaan yang saya ketahui dan sedang saya lihat di jalan, misalnya saja ada tukang gorengan, tukang gorengan tu ada beberapa macemnya, ada yang sukses ada yang biasa saja.
Tentu saja kita mengambil contoh yang sukses, analisa dimulai dari itu kenapa kok si tukang gorengan bisa sukses sedang yang lainnya masih biasa saja, dan dari diskusi tersebut muncul beberapa dugaan bahwa pedagang gorengan yang sukses itu pasti giat untuk berusaha, punya target dan punya dasar ilmu untuk menjadi sukses.
Lalu bagaimana dasar ilmu untuk menjadi suskses tersebut di dapat?
Pastinya dengan belajar bersungguh-sungguh sehingga dapat memahami ilmu tersebut.
Lalu, kita pun beranjak ke materi diskusi yang lain, bagaimana cara belajar untuk memahami suatu ilmu!
Proses belajar setiap orang pasti beda2 ada langsung paham dengan satu kali diterangkan ada juga beberapa kali diterangkan baru paham. Itulah proses untuk memahami ilmu, jika sudah sama2 paham lalu apa namanya?
Berarti tidak ada yang bodoh kan?, kalau kita mau bersungguh-sungguh pasti bisa untuk meraih apa yang kita cita2kan.
Ini obrolan saya dengan orang sebangku di bus, ketika itu saya mau pulang ke surabaya dari gresik menggunakan bus, percakapan dimulai dari mana mau kemana, sehingga kita sama tahu arah tujuan diantara masing2.
Percakapan pun berlanjut, kegiatan apa yang saya lakukan di gresik, dan saya pun bercerita bahwa kemarin saya habis wawancara di salah satu perusahaan, dan ternyata perusahaan itu merupakan tempat bapak tersebut bekerja. Sampai akhirnya kita berdiskusi panjang lebar tentang kehidupan nyata.
Iya, kehidupan nyata bukan seperti yang di bangku kuliah, sambil menganalisa beberapa macam pekerjaan yang saya ketahui dan sedang saya lihat di jalan, misalnya saja ada tukang gorengan, tukang gorengan tu ada beberapa macemnya, ada yang sukses ada yang biasa saja.
Tentu saja kita mengambil contoh yang sukses, analisa dimulai dari itu kenapa kok si tukang gorengan bisa sukses sedang yang lainnya masih biasa saja, dan dari diskusi tersebut muncul beberapa dugaan bahwa pedagang gorengan yang sukses itu pasti giat untuk berusaha, punya target dan punya dasar ilmu untuk menjadi sukses.
Lalu bagaimana dasar ilmu untuk menjadi suskses tersebut di dapat?
Pastinya dengan belajar bersungguh-sungguh sehingga dapat memahami ilmu tersebut.
Lalu, kita pun beranjak ke materi diskusi yang lain, bagaimana cara belajar untuk memahami suatu ilmu!
Proses belajar setiap orang pasti beda2 ada langsung paham dengan satu kali diterangkan ada juga beberapa kali diterangkan baru paham. Itulah proses untuk memahami ilmu, jika sudah sama2 paham lalu apa namanya?
Berarti tidak ada yang bodoh kan?, kalau kita mau bersungguh-sungguh pasti bisa untuk meraih apa yang kita cita2kan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar