Sabtu, 07 Maret 2015

Jangan menyimpan semen terlalu lama!

Jangan menyimpan semen terlalu lama!
Kalau tidak ingin semen anda simpan berubah menjadi batu.

Itu semen atau malin kundang ya kok bisa berubah jadi batu,
ini ceritanya beda, semen akan membatu jika terlalu lama disimpan,
jadi semen masih belum akan membatu selama waktu tertentu,
sedangkan pada cerita malin kundang, ia langsung akan membatu pas kena kutukan, beda kan?

Ok, ceritanya akan saya mulai dari, apa sih semen itu?
Yang seperti kita ketahui semen merupakan salah satu bahan bangunan yang berguna untuk pengecoran, misalnya untuk membikin pondasi, tiang penyangga, tembok sampai atap bangunan pun ada yang dari semen.

Lalu, kenapa kok semen bisa bikin bangunan jadi kokoh?
Semen bisa menjadikan bangunan kokoh karena semen berfungsi sebagai bahan perekat di antara beberapa bahan pengecoran lain seperti pasir, kapur(gamping) dan kerikil.

Bagaimana semen dibuat?
Semen terbuat dari bahan utama berupa kapur dan beberapa komposisi lainnya seperti pasir silika, pasir besi, dan tanah liat. Kemudian bahan2 tersebut dicampur dengan komposisi tertentu dan dilakukan pembakara pada suhu tinggi dan hasil pembakaran disebut klinker. Klinker hasil pembakaran yang telah didinginkan kemudian dicampur dengan gypsum dan semen siap dipakai.

Ketika klinker sudah dicampur dengan gypsum maka lifetime (masa simpan) semen tinggal  2 bulan, sehingga semen siap pakai harus cepat untuk digunakan jika tidak semen tersebut akan bereaksi dan  membentuk batu.

Begitulah kiranya mengapa tidak disarankan menyimpan semen terlalu lama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar