Minggu, 08 Maret 2015

Jangan Suka Menertawakan Orang

Seorang Saudagar pergi ke Bank BeRI di Surabaya dan berniat untuk meminjam uang sebesar Rp 5.000.000 dengan alasan untuk perjalanan bisnis ke kota manila (philipina) selama 2 minggu.

Karyawan bank mengatakan bahwa bank butuh suatu jaminan untuk pinjaman tersebut, dan kemudian si Saudagar memakai mobil Ferrari baru yang diparkir di depan bank sebagai jaminan. Kemudian pegawai bank setuju menggunakannya sebagai jaminan.

Setelah Saudagar tersebut pergi, pemimpin dan karyawan bank tersebut menertawainya karena jaminan menggunakan mobil Ferrari baru seharga Rp 2.5M sebagai jaminan terhadap pinjaman sebesar Rp 5Jt.

Seorang pegawai bank kemudian memarkir mobil Ferrari tersebut ke dalam parkiran milik bank tersebut. 2 minggu kemudian, Saudagar tersebut kembali, dan membayar hutang sebesar Rp 5Jt dan bunganya sebesar Rp.150rb.

Pegawai bank berkata, 'Tuan, kami sangat senang bisa berbisnis dengan anda, dan transaksi ini berjalan dengan lancar, tetapi kami sedikit bingung.

Ketika anda pergi, kami mengecek anda dan mengetahui bahwa anda sejatinya adalah seorang pengusaha.

Mengapa anda repot2 meminjam uang hanya sebesar Rp 5Jt?'
si Saudagar itu membalas sambil tersenyum, "Dimana lagi cari tempat di Surabaya ini yang bisa digunakan untuk memarkir mobil saya dengan aman hanya dengan harga Rp.150ribu, selama 2 minggu"  Ɨƚa..Ɨƚa..Ɨƚa..
Ɨƚa..Ɨƚa..Ɨƚa..

*Pengusaha Dilawan...  *

Sabtu, 07 Maret 2015

Kalau sama2 bisa berarti tidak ada yang bodoh kan!

Kalau sama2 bisa berarti tidak ada yang bodoh kan!

Ini obrolan saya dengan orang sebangku di bus, ketika itu saya mau pulang ke surabaya dari gresik menggunakan bus, percakapan dimulai dari mana mau kemana, sehingga kita sama tahu arah tujuan diantara masing2.

Percakapan pun berlanjut, kegiatan apa yang saya lakukan di gresik, dan saya pun bercerita bahwa kemarin saya habis wawancara di salah satu perusahaan, dan ternyata perusahaan itu merupakan tempat bapak tersebut bekerja. Sampai akhirnya kita berdiskusi panjang lebar tentang kehidupan nyata.
 Iya, kehidupan nyata bukan seperti yang di bangku kuliah, sambil menganalisa beberapa macam pekerjaan yang saya ketahui dan sedang saya lihat di jalan, misalnya saja ada tukang gorengan, tukang gorengan tu ada beberapa macemnya, ada yang sukses ada yang biasa saja.

Tentu saja kita mengambil contoh yang sukses, analisa dimulai dari itu kenapa kok si tukang gorengan bisa sukses sedang yang lainnya masih biasa saja, dan dari diskusi tersebut muncul beberapa dugaan bahwa pedagang gorengan yang sukses itu pasti giat untuk berusaha, punya target dan punya dasar ilmu untuk menjadi sukses.

Lalu bagaimana dasar ilmu untuk menjadi suskses tersebut di dapat?

Pastinya dengan belajar bersungguh-sungguh sehingga dapat memahami ilmu tersebut.
Lalu, kita pun beranjak ke materi  diskusi yang lain, bagaimana cara belajar untuk memahami suatu ilmu!

Proses belajar setiap orang pasti beda2 ada langsung paham dengan satu kali diterangkan ada juga beberapa kali diterangkan baru paham. Itulah proses untuk memahami ilmu, jika sudah sama2 paham lalu apa namanya?

Berarti  tidak ada yang bodoh kan?, kalau kita mau bersungguh-sungguh pasti bisa untuk meraih apa yang kita  cita2kan.

Jangan menyimpan semen terlalu lama!

Jangan menyimpan semen terlalu lama!
Kalau tidak ingin semen anda simpan berubah menjadi batu.

Itu semen atau malin kundang ya kok bisa berubah jadi batu,
ini ceritanya beda, semen akan membatu jika terlalu lama disimpan,
jadi semen masih belum akan membatu selama waktu tertentu,
sedangkan pada cerita malin kundang, ia langsung akan membatu pas kena kutukan, beda kan?

Ok, ceritanya akan saya mulai dari, apa sih semen itu?
Yang seperti kita ketahui semen merupakan salah satu bahan bangunan yang berguna untuk pengecoran, misalnya untuk membikin pondasi, tiang penyangga, tembok sampai atap bangunan pun ada yang dari semen.

Lalu, kenapa kok semen bisa bikin bangunan jadi kokoh?
Semen bisa menjadikan bangunan kokoh karena semen berfungsi sebagai bahan perekat di antara beberapa bahan pengecoran lain seperti pasir, kapur(gamping) dan kerikil.

Bagaimana semen dibuat?
Semen terbuat dari bahan utama berupa kapur dan beberapa komposisi lainnya seperti pasir silika, pasir besi, dan tanah liat. Kemudian bahan2 tersebut dicampur dengan komposisi tertentu dan dilakukan pembakara pada suhu tinggi dan hasil pembakaran disebut klinker. Klinker hasil pembakaran yang telah didinginkan kemudian dicampur dengan gypsum dan semen siap dipakai.

Ketika klinker sudah dicampur dengan gypsum maka lifetime (masa simpan) semen tinggal  2 bulan, sehingga semen siap pakai harus cepat untuk digunakan jika tidak semen tersebut akan bereaksi dan  membentuk batu.

Begitulah kiranya mengapa tidak disarankan menyimpan semen terlalu lama.